Kolaborasi XL Axiata dengan Microsoft Indonesia untuk Tingkatkan Keahlian Digital

XL Axiata berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia dalam sebuah program bertajuk “Code; Without Barriers” atau CWB. Langkah ini merupakan salah satu upaya XL Axiata dalam meningkatkan pemberdayaan keahliah digital karyawan perempuan.

Kolaborasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Digital

Kolaborasi XL Axiata dan Microsoft

CWB bertujuan mendorong karyawan untuk menunjukkan kemampuan teknis mereka. Di antaranya adalah dengan menciptakan kesadaran, menantang asumsi, serta mengambil manfaat dari dunia coding, teknologi, dan data science.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang sehat dan kesempatan yang lebih luas bagi talenta perempuan Indonesia untuk menjadi penggerak inovasi di bidang teknologi dan digital.

Keahlian digital memang menjadi hal penting saat ini. Bahkan masyarakat awam pun perlu memiliki pengetahuan tentang teknologi digital. Misalnya bagaimana untuk memanfaatkan sosial media atau mengisi waktu luang dengan bermain game online seperti yang bisa diakses di fun88 link. Terlebih lagi bagi mereka yang bekerja di perusahaan teknologi dan komunikasi seperti XL Axiata.

Yessie D Yosetya selaku Direktur & Chief Strategic Transformation Officer XL Axiata menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan keahlian digital karyawan perempuan dan juga karyawan magang dalam perusahaan.

Hingga saat ini, jumlah karyawan perempuan di XL Axiata telah mencapai 470 orang. Jumlah ini sekitar 30% dari total karyawan yang berjumlah sekitar 1.560 orang. Perusahaan menargetkan jumlah partisipan untuk program CWB ini sekitar 30% dari keseluruhan karyawan perempuan.

Program ini diharapkan mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta peran para perempuan di perusahaan melalui gamification, khususnya terkait Azure Fundamental, Data AI, Microsoft Product and Services, serta Azure Enablement.

Di samping itu, CWB juga bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan untuk para mahasiswa yang ikut program magang bersertifikat Kampus Merdeka.

Peserta program yakni para karyawan perempuan dan peserta magang perempuan akan mengikuti pelatihan yang telah disiapkan selama satu tahun.

Untuk Pemberdayaan Perempuan

Sementara itu, Fiki Setiyono selaku Country Lead Azure GTM Microsoft Indonesia yang sekaligus merupakan Code; Without Barriers Lead Microsoft Indonesia mengungkapkan keoptimisannya bahwa keikutsertaaan XL Axiata di dalam program CWB akan mempercepat laju pemberdayaan perempuan di Indonesia, terutama dari sisi digital.

Menurutnya, partisipasi perempuan di ranah cloud dan AI yang telah menjadi fondasi inovasi digital saat ini akan semakin meningkatkan kekuatan inovasi Indonesia.

Lebih lanjut, program ini juga menyediakan platform yang memungkinkan developer, coder, dan talenta teknis perempuan lainnya untuk ikut berperan dalam mendorong inovasi serta dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif.

XL Axiata dan Microsoft berharap kolaborasi ini dapat mengatasi kesenjangan gender antara karyawan pria dan wanita di sektor teknologi digital yang berkembang dengan sangat pesat, mendorong keterlibatan pemimpin teknologi perempuan dalam melakukan coaching dan monitoring untuk menginspirasi dan memberdayakan lebih banyak talenta perempuan, serta semakin membuka akses kerja dan pengembangan karier bagi talenta perempuan di Indonesia.

Yessie D Yosetya yang juga sekaligus Chair G20 Empower Indonesia menambahkan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara G20 Empower Indonesia dengan Microsoft Indonesia.

XL Axiata sendiri sebagai salah satu advocate dari G20 Empower Indonesia yang berkomitmen untuk meningkatkan development skills karyawan perempuannya melalui program ini.

Adapun program CWB ini pertama kali diluncurkan pada September 2021 oleh Microsoft di Asia Pasifik. Hingga saat ini sedikitnya ada 13 perusahaan dan 21 komunitas developer di Asia Pasifik yang telah menjadi mitra program ini.

Sejak awal diluncurkan, CWB telah melatih 480 perempuan, menjalankan 18 program sertifikasi Women in AI di delapan negara Asia Pasifik, serta mengeluarkan sertifikasi bagi 203 developer.

Tinggalkan komentar